Kunjungan ke Rumah Pemulihan Permata (Jompo) tgl 7 Februari 2015

Pada hari Sabtu, tgl 7 Februari 2015 kami dari tim SaveMillions berkesempatan untuk berkunjung ke tempat para jompo yang bernama Rumah Pemulihan Permata yang dipimpin oleh Ibu Hildawati. Panti ini berlokasi di Perumahan Permata Cimahi 2 Blok N11 no.1 ( Depan Ateja Gadobangkong, perumahan yang depannya ada patung kuda).

Perjalanan dari Bandung dapat ditempuh melalui tol Pasteur, keluar arah Padalarang dan ambil jalur kiri ke arah Cimahi.

IMG_2284    IMG_2302

Tiba di lokasi kami disambut oleh Ibu Hildawati dan suaminya Bapak Immanuel serta beberapa penghuni rumah yang telah menanti kedatangan kami. Kamipun membawa sedikit sumbangan yang diterima mereka dengan sukacita.

Ibu Hildawati memperkenalkan para oma dan opa juga ada anak muda serta para mentor yang merawat mereka. Dan beliau menceritakan keadaan seorang oma yang terbaring sambil disuapi oleh seorang mentor. (Kebetulan kami datang di saat akhir dari waktu makan siang di panti ini).

IMG_2297   IMG_2300

Kami melihat kaki seorang oma yang terbalut perban dan dari keterangan Ibu Hilda, oma tersebut mengalami luka di kakinya dan diperlihatkan beberapa foto yang begitu mengenaskan ( luka menganga sampai terlihat dagingnya yang merah).

Rumah pemulihan ini berdiri pada bulan April 2010, berawal dari rumah berlantai 2 milik pribadi yang kemudian menjadi tempat untuk menampung para orang tua yang terbuang, yang sakit, yang sebatang kara, cacat mental, depresi dll.

Karena belas kasihan, beliau tidak dapat menolak kehadiran mereka yang minta pertolongan. Berawal merawat satu orang kemudian terus bertambah hingga mencapai 13 orang. Semua pasien sangat membutuhkan sekali pengobatan baik secara jasmani maupun rohani, dan beliau dibantu oleh para mentor yang berasal dari Sumba (Nusa Tenggara Timur) yang berjumlah 6 orang.

Tugas para mentor menggendong yang lumpuh, menyuapi makanan, memandikan suatu pekerjaan yang membutuhkan kerelaan dan hati yang melayani dan penuh kesabaran.
Dan beliau menambahkan bahwa hanya dengan kasih yang lumpuh dalam 1,5 tahun bahkan 10 bulan sudah dapat berjalan. Ibu Hildawati hanya mengandalkan mujizat Tuhan oleh karena itu setiap hari para pasien diisi rohani mereka dengan puji-pujian dan berdoa, bahkan di hari minggu diwajibkan harus beribadah.

Kerinduan dari pada Ibu Hildawati ini adalah sebidang tanah untuk dibangun rumah yang dapat menampung lebih banyak pasien lagi. Karena rumah beliau sekarang sudah terisi penuh, bahkan Ibu Hildawati hanya kebagian 1 kamar saja. Dia persembahkan seluruh ruangan yang lain untuk mereka diami.

IMG_2287      IMG_2289

Ibu Hildawati sangat membutuhkan sekali uluran tangan para dermawan guna untuk kebutuhan gizi dan obat yang dibutuhkan oleh para pasien seperti susu Dancow, susu tropicana bagi yang kencing manis, beras, pampers dewasa dll. Keberadaan rumah pemulihan ini bersifat kekeluargaan saja. Dan kami juga tidak melihat papan nama di depan rumah pemulihan ini sehingga jarang orang tahu bahwa dilokasi tersebut ada sebuah rumah pemulihan yang membantu orang-orang yang menderita secara jasmani dan rohani.

Untuk memenuhi kebutuhan Ibu Hilda membuat kerajinan tangan seperti tas, tempat tissue dll. Suatu hasil karya yang diharapkan dapat menghasilkan uang guna membiayai kebutuhan para pasien.

Hari menjelang sore dan kami berpamitan pulang dan berdoa agar Tuhan kirimkan para donatur yang tergerak hatinya kepada mereka ini sehingga mereka dapat merasakan bahwa masih banyak orang yang peduli dan menyatakan kasihnya.

IMG_2305

Kunjungan ke Rumah Pemulihan Permata (Jompo) tgl 7 Februari 2015

SaveMillions Apps di Store

Baru saja kami meluncurkan aplikasi SaveMillions di Android dan WindowsPhones Store (untuk Apps Store menyusul segera.

Buat teman-teman sudah dapat mendownloadnya di:

Android Store: http://bit.ly/smAndroid

WindowsPhone Store: http://bit.ly/savemillionsWP

Untuk melihat presentasinya bisa di: slideshare SaveMillions

20150207_005907

 

Untuk input dan pendapat bisa kirim ke support@savemillions.org

Terima kasih.

SaveMillions Apps di Store

YCAB – Yayasan Cinta Anak Bangsa

Pada 21 Januari 2015, kami berkesempatan mengunjungi salah satu Yayasan yang sudah berjalan dengan sangat baik di Jakarta. Yaitu Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). Yayasan ini didirikan oleh Ibu Veronica Colondam pada Agustus 1999. Dari penjelasan rekan-rekan di YCAB, YCAB awalnya berdiri untuk membantu anak-anak yang terkena bahaya narkoba (HeLP – Healthy Lifestyle Promotion). Beberapa tahun setelahnya mulai dirasakan perlunya memberikan pendidikan yang berkelanjutan agar anak-anak tersebut bisa belajar karenanya dibuat Rumah Belajar (HoLD – House of Learning and Development). Saat ini sudah banyak rumah belajar yang didirikan di Jakarta dan di propinsi lainnya. Untuk anak-anak yang tidak mampu membiayai pendidikan di sekolah biasa.

WP_20150121_003     WP_20150121_005    WP_20150121_15_56_02_Pro     WP_20150121_15_56_23_Pro
Dari pengalaman beberapa tahun selanjutnya, mulai disadari bahwa perlunya dibuat untuk orang-orang agar bisa bekerja atau berwiraswasta. Dirasakan jika lulusan sekolah saja tidak bisa langsung bekerja, maka disediakan pelatihan untuk menjahit, elektronik, komputer, dan salon. Diharapkan lulusan dari sini dapat bekerja atau berwiraswasta.

YCB juga menyediakan pengobatan gratis/murah di lokasi untuk anggota dan keluarga. Termasuk pengobatan biasa maupun dokter gigi.

WP_20150121_008    WP_20150121_009
Agar anak-anak yang belajar dapat berkonsentrasi, tidak diminta orang tuanya agar membantu bekerja pada saat belajar. YCAB membuat microfinance, berupa pinjaman kepada ibu-ibu dengan persyaratan anaknya bersekolah di Rumah Belajar dan mempunyai surat keterangan tidak mampu (HOpE – Hands on Operation for Entrepreneurship). Konsep yang digunakan microfinance ini mirip dengan yang dijalankan Grameen – Muhammad Yunus.

WP_20150121_010 WP_20150121_012 WP_20150121_021 WP_20150121_023 WP_20150121_026 WP_20150121_027 WP_20150121_028
Kami berterima kasih kepada tim YCAB telah diberikan tur ke lokasi, diberikan penjelasan dan pembagian pengalaman dari YCAB, yang sangat bermanfaat bagi kami. Semoga SaveMillions dapat segera bekerja sama dengan pihak YCAB di kemudian hari.
Kami juga berterima kasih kepada Microsoft Indonesia, Ibu Esther Sianipar yang banyak memberikan support kepada SaveMillions, salah satunya dengan mengenalkan dengan YCAB.

Yayasan Cinta Anak Bangsa

Jl. Surya Mandala I no 8D
Kedoya, Jakarta Barat 11520 – Indonesia

P: 021.5835.5000
F: 021.5835.5001

website: www.ycabfoundation.org

YCAB – Yayasan Cinta Anak Bangsa

Yayasan Sinar Fajar Indonesia Rumah Pengharapan

Pada hari Selasa, 3 Februari 2015 Tim SaveMillions berkesempatan mengunjungi Yayasan Sinar Fajar Indonesia Rumah Pengharapan di Jl. Jayagiri 1 no 2 Lembang. Kunjungan kami ini bersamaan dengan seorang misioner dari Jepang yang di kenal dengan nama Aunty Kathy yang berkunjung ke Bandung.

Kami tiba di lokasi dan disambut oleh Ibu Susan, pimpinan Rumah Pengharapan dan setelah memberikan sedikit persembahan kami berfoto bersama.

Kedatangan kami disambut oleh anak-anak batita yang belum bersekolah dan para staff yang mengasuh anak-anak. Anak-anak begitu senang dengan kedatangan kami dengan memberi salam dan bercakap-cakap serta ingin digendong utk difoto.

FullSizeRender    image (2)   FullSizeRender2

Kami juga mendapatkan bbrp bayi yang terlihat bersama ibu mereka berada dalam sebuah kamar khusus untuk bayi. Usia bayi berkisar 2-6 bulan dengan usia ibu yang masih tergolong muda salah satunya dari seorang ibu berumur 14 tahun asal luar pulau. Sempat hati kami terkejut mendengarnya.

Mereka ini diterima baik oleh Ibu Susan yang berhati mulia dengan membuka tangannya untuk menampung mereka. Selain anak yang belum bersekolahan kami melihat beberapa anak yang datang satu per satu dengan memakai seragam sekolah. Dari cara mereka memberi salam kepada kami dan dengan rapihnya mereka membuka sepatu, kaos kaki, mencuci tangan serta bercerita kepada Ibu Susan yang mereka panggil “mami “, kami melihat betapa mereka diajarkan kedisiplinan dan mendapat kasih sayang seorang ibu yaitu Ibu Susan.

Kami mulai menjelaskan kedatangan kami dari SaveMillions sebagai Yayasan yang akan membantu para donatur untuk menyalurkan donasinya kepada yayasan yang membutuhkan dan yang telah disurvey keberadaannya.

Ibu Susan sangat senang dengan program kami dan sangat bersyukur sekali mengingat pengalaman Ibu Susan yang tidak mendapat bantuan dari departemen sosial, dimana ada penolakan, janji yang tak kunjung terealisasi.

Rumah Pengharapan ini berdiri sejak 12 tahun yang lalu (akan dikonfirmasi).
Dengan jumlah anak 39, beberapa bayi dan beberapa remaja dan 1 mahasiswa yang telah lulus dan sudah bekerja, serta para staff.

Untuk merawat anak-anak dan panti setiap anak tidur ber-3 / ber-4 sesuai dengan umurnya dan dijaga oleh 1 orang dewasa. Untuk pekerjaan rumah para staff dan beberapa ibu yang mempunyai bayi bergiliran membersihkan lantai yang di pel 3 x sehari.

Juga kami melihat kegiatan di dapur yang akan memasak curry rice yang dikomandoi oleh Aunty Kathy yang membawa bumbu curry langsung dari Jepang. Wah terlihat para staff and anak-anak gembira sekali.

Ibu Susan menceritakan mereka membuka butik yang isinya hasil karya penghuni panti dan berjualan makanan juga menerima pesanan makanan untuk perayaan. Itu dikerjakan untuk menutupi kebutuhan pengeluaran bulanan yang lumayan besar (mengurus anak-anak, gizi yang diperlukan, biaya pendidikan, biaya pengobatan untuk yang sakit, biaya kebutuhan perlengkapan bayi dll). Jadi untuk mencukupi kebutuhan mereka yang besar, mereka mencari penghasilan sendiri karena sumbangan dari pada donatur sifatnya tidak kontiniu.

Salah satu ucapan syukurnya kepada Tuhan ketika disaat membutuhkan dana untuk biaya masuk anak TK and SD disaat itu ada penyumbang dari RDMB (Rumah Doa Menara Bandung) yang berhasil mendanai 20 anak.

Ibu Susan mempunyai hati yang mulia dengan keibuannya ia merasa teriris hatinya melihat anak asuhnya menangis sepulang sekolah karena diejek, dihina, ditolak keberadaan mereka di sekolah negeri, maka beliau bertekad untuk memasukkan anak-anaknya ke sekolah swasta, Puji Tuhan akhirnya muncul sekolahan swasta di daerah mereka dan beliau memasukkan anak-anaknya ke sekolah Eagle.

FullSizeRender3      FullSizeRender4

Hari sudah menjelang siang dan waktunya anak-anak untuk makan siang dan kami dari Tim Savemillions berpamitan pulang.

Yayasan Sinar Fajar Indonesia Rumah Pengharapan

Yayasan Belanga Anak Negeri – Banner

Pertengahan Januari 2015 ini, Tim SaveMillions bertemu dengan Ibu Onna Tahapary. Kami sudah mengenal beliau sejak bertahun-tahun yang lalu. Salah satu pelayanan beliau adalah mendirikan yayasan yang berfokus pada Indonesia. Yayasan tersebut bernama Yayasan Belanga Anak Negeri, atau yang biasa dikenal dengan Banner. Banner memiliki visi: “Melahirkan dan memaksimalkan keberfungsian anak negeri”. Pekerjaannya dapat dibagi menjadi 3: pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Berikut adalah beberapa pekerjaan yang sudah dilakukan dari yayasan tersebut:

  • Pembangunan Sekolah PAUD Banner di Dusun Ngadan, pedalaman Pontianak.
  •  Pembangunan Fasilitas Air Bersih bagi masyarakat di Dusun Ngadan, pedalaman Pontianak.
  •  Pembangunan Repeater Banner di Dusun Ngadan, pedalaman Pontianak.
  • Acara-acara pelatihan dan pemberdayaan perempuan serta kesadaran bahaya narkoba.
  • Pemberian beasiswa kuliah bagi anak negeri, dalam bidang pendidikan, kesehatan dan fashion design.
  • Distribusi buku kelas 1-6 SD bagi pedalaman Papua Barat.
  • Pendidikan literasi dan financial di tengah masyarakat
  • Pemberian obat cacing bagi anak-anak yang menetap di Dusun Oefafi, pedalaman NTT.

Untuk websitenya bisa check di: http://belangaanaknegeri.com
Kontak: 081-252777363 email: info@belangaanaknegeri.com

Perumahan Pinus Asri
Jl. Lidah Harapan VII Blok G No.2A
Surabaya
Telp: (031) 7521808
Email. info@belangaanaknegeri.com
Primayu : 0812.52.777.363

Yayasan Belanga Anak Negeri – Banner

Kunjungan ke Rumah Kasih Karunia

Sabtu, 17 Januari 2015, kami berkunjung ke Rumah Kasih Karunia. Ini adalah kedua kali kami mengunjungi yayasan ini. Lokasinya tidak jauh dari perumahan Setra Duta Bandung. Bisa ditempuh melalui Jalan Geger Kalong Bandung.

2015-01-17 15.07.33

Saat ini yayasan menampung 27 anak asuh. Dari umur masih sangat dini sampai remaja (sudah kuliah). Yayasan ini dipimpin oleh seorang ibu yang bernama Esther Kim. Beliau adalah salah satu orang yang ditaruh Tuhan memiliki hati yang mengasihi anak-anak yang terlantar / yatim / piatu. Sebagian sudah tidak memiliki orang tua, sebagian ada yang memiliki orang tua, tetapi dititipkan di sini.

Resize of 19

Pada saat kunjungan ini, tim SaveMillions disambut oleh seluruh anak asuh yayasan tersebut. Sangat berkesan, karena anak-anak ini satu per satu mencium tangan kami, lalu sangat sopan menyambut kami masuk ke dalam rumah. Setelah kami semua masuk ke dalam rumah, mereka duduk dengan sopan mendengarkan perbincangan kami dengan bu Esther. Panti ini sudah berdiri sejak 2002. Ibu Esther sendiri berasal dari Korea, namun terbeban untuk membina dan merawat anak-anak Indonesia untuk tumbuh berkembang.
Dari diskusi kami, ibu Esther sangat memperhatikan perkembangan anak-anak tersebut, dan mencoba mencari jalan agar anak-anak tersebut mendapatkan pendidikan yang baik. Mereka juga ada yang diberikan kursus alat musik (tampak di rumah tersebut ada angklung, piano, biola). Selain membutuhkan bantuan dana, bu Esther juga menceritakan bahwa mereka membutuhkan tenaga pengajar. Jika ada rekan-rekan yang memiliki talenta dan ingin menyumbangkan kemampuan tersebut dengan mengajar, yayasan ini akan sangat senang. Di yayasan ini, anak-anak yang sudah lebih besar, menjaga dan mengajarkan anak-anak yang lebih kecil.

Kedatangan kami ke sana, sangat terhibur dengan melihat muka anak-anak tersebut yang tampak senang dan terawat dengan baik. Terlihat adanya kasih di mata mereka.

Anugrah Kemakmuran Mitra Nusantara (Rumah Kasih Karunia)
Jl. Sariwangi Asri X no 08.
Telp: 022-82025858
Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat

email: estherhsk@gmail.com

http://www.facebook.com/RumahKasihKarunia

Resize of 20
Tim SaveMillions beserta Rumah Kasih Karunia

Dari antara mereka, semoga akan banyak yang menjadi pemimpin yang berhasil dan dapat membangun Bangsa Indonesia. Yuk nyumbang, boleh uang, barang, ataupun tenaga (ngajar / training).

Kunjungan ke Rumah Kasih Karunia

Kunjungan Pondok Anugrah – 17 Jan 2015

Tim SaveMillions hari Sabtu ini berangkat pagi-pagi dan tiba di Pondok Anugrah (Generasi Yosua) di Jl. Jayagiri no 38, Lembang Bandung. Jika kita pergi dari arah Bandung, setelah melewati Hotel Lembang Bandung, lurus terus sampai mentok akan ada jalan belok kanan, tidak jauh dari situ ada belokan ke kiri (sebelum susu murni Lembang) maka tidak jauh sudah sampai.

Peta Lokasi
Peta Lokasi – Lembang

Panti ini menampung orang-orang yang kena ketagihan Narkoba, dan orang-orang yang stress atau gila. Ada 125 orang lebih yang saat ini menempati tempat tersebut. Ada sekitar 20 orang yang ikut merawat orang-orang yang di sana. Sebagian besar mentor yang melayani di sana, awalnya adalah pasien juga yang sudah sembuh. Panti ini didirikan oleh Ev. Pungky Yahya sejak 14 tahun yang lalu. Di sana, selain kami ditemani dengan Bapak Pungky Yahya, kami juga ditemani oleh banyak mentor seperti Bapak Michael Manik (adik dari pengarang lagu Julita Manik), Bapak Hari, Bapak Wito, dan yang lainnya.

Dari informasi yang diperoleh tanya jawab Ev Pungky Yahya adalah mantan pengguna narkoba dan bisnis judi. Setelah masuk penjara dan akhirnya sembuh, beliau memiliki cita-cita ingin menyembuhkan orang-orang yang senasib dengan dirinya.

IMG_20150117_192159

Beberapa orang yang baru datang dan masih kambuh / mengganggu yang lain akan ditaruh di ruang isolasi sampai tenang.

Resize of 4

Di Panti ini tidak digunakan obat untuk proses penyembuhannya, hanya menggunakan doa dan kesabaran. Banyak yang sudah sembuh dari tempat ini. Ada orang-orang yang stress karena kehilangan uang yang banyak, ada yang dari jalan kurang waras. Kalau dari pengamatan kami, mereka masih sangat membutuhkan uluran tangan teman-teman. Karena untuk merawat demikian banyak orang dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tidak jauh dari lokasi panti pria ini (kurang lebih 5-10 menit menggunakan kendaraan) ada Panti yang sama didirikan oleh Ev. Pungky Yahya yang khusus Wanita. Di Panti Wanita ini ada kurang lebih 20 orang yang menghuni ditambah ada 5-6 orang yang merawat / menemani orang-orang tersebut.

Semoga Panti ini bisa terus berjalan dan dapat menyelamatkan orang-orang yang memerlukannya. Dan akan semakin berkurang jumlah orang yang kena narkoba, stress dan gila. Jika ada rekan-rekan yang tergerak hatinya untuk membantu mereka, bisa mengontak di bawah ini:

Bapak Michael Manik, 082116730000
Pondok Anugrah (Pria)
Jl. Jayagiri no 38, Lembang Bandung
Telp: 022-2788090

BCA Cabang Lembang
1376006337
a/n Pungky Yahya

Ibu Meri Sri Rejeki, 081-312992992
Pondok Anugrah (Wanita)
Jl. Mekar Laksana II no 61, Lembang Bandung
Telp: 022-91555333

BCA Cabang Lembang
1371298300
a/n Meri Sri Rejeki

Pranala Luar:

Foto tim SaveMillions beserta Mentor dan Penghuni Panti Pondok Anugrah.

Tim SaveMillions & Mentor Panti Pondok Anugrah
Tim SaveMillions & Mentor Panti Pondok Anugrah (Pria)
Tim Save Millions, Mentor & Penghuni Panti Pondok Anugrah (Wanita)
Tim Save Millions, Mentor & Penghuni Panti Pondok Anugrah (Wanita)

Berikut adalah photo panoramic di lokasi:

P_20150117_122401_PN

 

Kunjungan Pondok Anugrah – 17 Jan 2015

Kunjungan ke Yayasan Gerasa (13 Des 2014)

Pada 13 Desember 2014 ini, kami dari SaveMillions mengunjungi salah satu yayasan yang berada di Bekasi. Yayasan adalah salah satu yayasan yang melayani orang-orang dengan disabilitas mental, atau biasa disebut cacat mental / gila. Yayasan ini didirikan oleh Pdt Lukas Sagotra S.Th dan Ferra Menajang Sagotra S.PAK, diberi nama Yayasan Gerakan Kasih Abadi Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan Gerasa.

img3

Pada hari tersebut, Gembala Gereja RDMB yang juga Ketua Pembina SaveMillions beserta rekan-rekan melihat langsung kondisi pasien-pasien tersebut. Dari penjelasan Bapak Lukas, bahwa hampir semua pasien yang masuk akan sembuh kurang dari 1 bulan. Ada sebagian yang pulang ke tempatnya, tetapi sebagian tidak bisa pulang karena satu dan lain hal. Sebagian pasien tersebut adalah orang gila yang ada di jalan-jalan. Biasanya dilaporkan oleh penduduk sekitar.

img1    img2

Jumlah yang dilayani oleh Panti ini sekitar 48 orang + 2 anak. Anak-anak ini adalah anak yang dilahirkan pasien karena pada saat masuk ke panti sudah hamil. 2 orang saat ini masih dalam keadaan hamil. Kalau mendengar dari cerita Bapak Lukas dan Ibu Ferra, mereka diperkosa dalam keadaan gila. Ada yang sudah hamil beberapa kali. Semua pasien dewasa tersebut adalah wanita, Pak Lukas belum bisa menerima yang pria karena keterbatasan tempat.

img4

Yayasan tersebut saat ini sedang dilakukan perluasan kamar ke lantai 2. Mereka masih membutuhkan bantuan baik berupa uang maupun barang. Dari diskusi dengan Pak Lukas, beliau ingin suatu saat nanti diberi kepercayaan untuk menambah luas tempat penampungannya. Karena saat ini beliau hanya bisa menampung pasien wanita. Untuk tempat baru untuk pasien pria direncanakan terpisah tidak di dalam satu rumah.

Kebetulan pada saat kunjungan kami ke sana, ada kunjungan juga dari Yayasan Torang Samua Basudara (YTSB). Terlihat berserta rekan-rekan tersebut ada Bapak Jeffrey Waworuntu yang mengadakan acara Natal bersama dengan pasien-pasien tersebut.

img5     img6

Kalau dipikirkan… merawat 1 orang gila yang tidak kita kenal pastilah tidak mudah, apalagi ini keluarga pak Lukas merawat puluhan orang. Semoga Pak Lukas dan Ibu Ferra diberkati Tuhan selalu.

Kunjungan ke Yayasan Gerasa (13 Des 2014)